Kenapa judulnya begitu ya…..
Cerita ini bermula sekitar setahun yang lalu
Pertemuan antara sepasang anak manusia yang sebenernya g nyangka bakal ketemu….dan g ada maksud buat ketemuan…
Dalam pertemuan itu….ternyata membawa pernyataan di atas tadi…sepasang anak manusia merasakan kecocokan..namun ada satu hal yang berbeda yang membuat mereka tak bisa tuk bersatu…
Dan tak ada yang mau mengalah..yang sebenernya bukan artinya mengalah dan kalah namun hal paling mendasar dalam hidup mereka menjadi kan mereka tidak bisa bersatu untuk sesuatu yang indah…
Hal ini membuat ku tersentuh….mana nyokap denger tentang dia ..eh udah seneng…nyokapnya dia juga enak tuh diajak ngobrol….n sebenernya dengan sentuhan gw yang doyan ngobrol ama nyokap2 ..sepertinya sih nyokapnya bakal cepat jatuh hati tuh…dan si cowo juga tau itu,he3x…..
Tapi kembali, hal paling mendasar dalam hidup kami berdua…membatasi kami bak dinding penghalang…..
Namun yang buat aku sedih kenapa g bisa sih kita tetep temenan…
Dan kau menjawab…TIDAK BISA….karena itu membuat mu sakit
karena umur kita bukan waktunya untuk berteman…tapi harusnya menjalin sesuatu yang lebih dalam…Dan memang aku menolak untuk pacaran kalau tujuan akhirnya untuk menikah dengan perbedaan itu karena aku yakin itu tak mungkin …..
Kau ingin kita bersatu dengan perbedaan yang ada….dan sah di mata dunia tapi tidak di mata Tuhan…pernikahan seperti apa itu….
Menikah adalah menyatukan 2 orang yang berbeda tidak hanya fisiknya tapi juga hatinya untuk kebaikan di muka bumi ini..melahirkan generasi yang lebih baik dari yang sekarang….
Aku ingat kata mamamu…ingin punya menantu yang bekerja dan sehat rahimnya ….sama seperti apa yang diinginkan ibuku……semuanya ada padamu…tapi ya satu itu…dan aku tau bagimu dan juga bagiku itu tak mungkin….
Namun yang menarik sebenarnya dalah prosesnya Onny…..tapi kau tak mau melakukannya…..Kau tak berani menanggung akibatnya…sebenarnya itu proses itu yang membesarkan kita untuk lebih memahami……….
Namun aku tetap bersyukur…mungkin dengan jalan ini kau tetap menyayangiku walaupun tanpa sapa yang indah….seindah suaramu…
Kadang imajiku berbicara….kau calon bapak yang baik buat anak2….karena disiplinmu itu…..tapi pasti menjengkelkan buat para istri karena kepelitanmu Onny…ha..ha..ha…
Sebentar lagi mau puasa….waktu itulah kita bertemu setahun yang lalu…dan pastinya kita akan mengingatnya…saat2 sahur bareng denganmu…nonton TV bareng mana elu tau semua tuh cerita TV, dan mendengar cerita2 mu di saat menunggu waktu sholat Subuh di Kalsel…
Luv u alot ya Onny
Senin, 08 Agustus 2011
NANDA
Untuk Adikku Nanda….
Hari - hari ini memang berat untuk mu..dan ku tau itu…
Tapi bagaimana lagi kami mencoba mengajari mu untuk melihat dunia dengan kacamata yang ada….
Seandainya kau memahami dengan kacamata yang sedikit mirip…mungkin akan lebih enak kita mengayuhnya bersama….
Bila kau mau mengayuh dengan ritme yang berbeda, ambillah kapal yang lain…kau kayuh sendiri dengan tujuanmu….
Cuma itu pesanku…
Kakakmu
Eka Vanda Davis
Hari - hari ini memang berat untuk mu..dan ku tau itu…
Tapi bagaimana lagi kami mencoba mengajari mu untuk melihat dunia dengan kacamata yang ada….
Seandainya kau memahami dengan kacamata yang sedikit mirip…mungkin akan lebih enak kita mengayuhnya bersama….
Bila kau mau mengayuh dengan ritme yang berbeda, ambillah kapal yang lain…kau kayuh sendiri dengan tujuanmu….
Cuma itu pesanku…
Kakakmu
Eka Vanda Davis
KAK
Mungkin itu yang tepat ku tanyakan padamu Kak…..
Mau kemana lagi kau melangkah…
Jauh sudah perjalanan yang kau tempuh…tapi tak kunjung juga tempat mu berlabuh….
Tempat yang sekarang adalah yang terbaik untuk mu..
Di ramadhan kali ini , ingin ku lihat kau berubah….merubah sesuatu yang selalu ku pinta dalam doaku pada Tuhan yang mungkin bukan Tuhan mu…
Kau adalah inspirasiku sewaktu aku terombang ambing dalam lautan kekecewaan …
Dalam api keegoanku..dalam proses hidupku…dan aku berterima kasih untuk itu…
Kau seperti bara dalam dadaku…bara yang ingin ku dinginkan tapi aku bukanlah lemari es yang tepat untuk mu….
Semua liku kujalani dengan mu….permainan anak kecil …..tak indah….dan juga tidak membuat ku jera….karena kukesampingkan Tuhan ku kala aku bersama mu….
Tapi apakah memang tak ada Tuhan saat itu..ku rasa ada…tapi aku kalah karena sepi ku….
Tak ada yang salah dan juga kebenaran dari permainan ini….karena kau tetap begitu…..
Karena kau lah manusia dengan karakter mu..dan itulah sunnatulloh mu….
Dan ku yakin kau tetap mengingatku sampai kapan pun…
walaupun kau uzur dan mata mu buta…bayangku akan selalu ada di hatimu..
Ku percaya itu
Maafkan bila ku tak mau bertemu…..bukan karena ego ku…..tapi karena Tuhanku mengajakku kembali padaNya…..
Mungkin kau akan bilang permainan kita belum selesai…..hidup ku..hidup mu tak akan selesai sampai ajal itu datang……
Doakan aku kak..untuk yang kesekian kalinya…aku menangis untuk mu….
dan entah untuk apa aku menangis….
Thanks for everything
Mau kemana lagi kau melangkah…
Jauh sudah perjalanan yang kau tempuh…tapi tak kunjung juga tempat mu berlabuh….
Tempat yang sekarang adalah yang terbaik untuk mu..
Di ramadhan kali ini , ingin ku lihat kau berubah….merubah sesuatu yang selalu ku pinta dalam doaku pada Tuhan yang mungkin bukan Tuhan mu…
Kau adalah inspirasiku sewaktu aku terombang ambing dalam lautan kekecewaan …
Dalam api keegoanku..dalam proses hidupku…dan aku berterima kasih untuk itu…
Kau seperti bara dalam dadaku…bara yang ingin ku dinginkan tapi aku bukanlah lemari es yang tepat untuk mu….
Semua liku kujalani dengan mu….permainan anak kecil …..tak indah….dan juga tidak membuat ku jera….karena kukesampingkan Tuhan ku kala aku bersama mu….
Tapi apakah memang tak ada Tuhan saat itu..ku rasa ada…tapi aku kalah karena sepi ku….
Tak ada yang salah dan juga kebenaran dari permainan ini….karena kau tetap begitu…..
Karena kau lah manusia dengan karakter mu..dan itulah sunnatulloh mu….
Dan ku yakin kau tetap mengingatku sampai kapan pun…
walaupun kau uzur dan mata mu buta…bayangku akan selalu ada di hatimu..
Ku percaya itu
Maafkan bila ku tak mau bertemu…..bukan karena ego ku…..tapi karena Tuhanku mengajakku kembali padaNya…..
Mungkin kau akan bilang permainan kita belum selesai…..hidup ku..hidup mu tak akan selesai sampai ajal itu datang……
Doakan aku kak..untuk yang kesekian kalinya…aku menangis untuk mu….
dan entah untuk apa aku menangis….
Thanks for everything
Buat Fitra
Terkadang hidup itu tidak berarti…namun cukup berarti bagi sebagian orang dek..
Maka syukurilah yang ada sekarang……
Hari ini kita brjaya belum tentu esok lusa….
Hari ini kita terpuruk..belum tentu esok lusa tetap begitu….
Maka syukuri yang ada hari ini dengan tetap mencari untuk esok hari
Mungkin ini ujian buat kita dek…..kalau sekarang fitra diuji..maksudnya biar besok lusa g lupa ma yang kesusahan…..
Selama ini adek selalu dapatin yang adek mau walaupun itu kemauan ortu….
Tapi itu semua ada hikmahnya….
Apa yang dibilang mamak itu bener tra..g ada yang salah..Cuma terkadang jiwa muda kita yang berontak…seakan2 semua nya salah
Lo soal cewe…adek yang underestimate kali ya…g semua cewe matre kan dek…
Lagian lo untuk malam mingguan kan masih ada duitnya…kan g kere2 banget yaxxx
Cari cewe tuh jangan liat tampang nya ja…liat donk hatinya.
Elu sih nyarinya yang kece2 mulu..mentang2 anak band..malu lo cewe nya g modisJ
Soal rambut panjang mu ..aku sih ok2 aja…
Tapi yang kau mau..kamu tuh mulai les and cari tempat kuliah yang bagus buat mu….
Liat oma…..tetep semangat walaupun udah cape banget and g lulus…
Hebat tuh anak..g ada matinya dia….
Ya udah…..pokoknya cari kesibukan aja…kan dah tiap minggu neh aku telp dirimu…
Lo anak2 kost dah pada ada cowonya lagian mereka lebih tua dari dikau…..
Kayak dirimu gbisa nyari aja dek…ntar pipihan ku salah lagi..aku kan g liat tampang nya……ntar ko ketwain pilihanku..bisa berabe anak orang
RENDRA
Lelaki tua menjelang 80-an itu menatap istrinya. Lekat-lekat. Nanar.
Gadis itu masih terlalu belia. Baru saja mekar. Ini bukan persekutuan yang mudah.
Tapi ia sudah memutuskan untuk mencintainya. Sebentar. kemudian ia pun berkata, “Kamu kaget melihat semua ubanku? Percayalah! Hanya kebaikan yang kamu temui
di sini”. Itulah kalimat pertama Utsman bin Affan ketika menyambut istri terakhirnya dari Syam, Naila. Selanjutnya adalah bukti.
Sering kali aku berkata,
ketika orang memuji milikku,
bahwa sesungguhnya ini hanya titipan,
bahwa mobilku hanya titipan Nya,
bahwa rumahku hanya titipan Nya,
bahwa hartaku hanya titipan Nya,
bahwa putraku hanya titipan Nya,
tetapi,
mengapa aku tak pernah bertanya,
mengapa Dia menitipkan padaku?
Untuk apa Dia menitipkan ini pada ku?
Dan kalau bukan milikku,
apa yang harus kulakukan untuk milik Nya ini?
Adakah aku memiliki hak atas sesuatu yang bukan milikku?
Mengapa hatiku justru terasa berat,
ketika titipan itu diminta kembali oleh-Nya ?
Ketika diminta kembali,
kusebut itu sebagai musibah,
kusebut itu sebagai ujian,
kusebut itu sebagai petaka,
kusebut dengan panggilan apa saja
untuk melukiskan bahwa itu adalah derita.
Ketika aku berdoa,
kuminta titipan yang cocok dengan hawa nafsuku,
aku ingin lebih banyak harta,
ingin lebih banyak mobil,
lebih banyak rumah,
lebih banyak popularitas,
dan kutolak sakit,
kutolak kemiskinan,
Seolah …
semua “derita” adalah hukuman bagiku.
Seolah …
keadilan dan kasih Nya harus berjalan seperti matematika:
aku rajin beribadah,
maka selayaknyalah derita menjauh dariku,
dan Nikmat dunia kerap menghampiriku.
Kuperlakukan Dia seolah mitra dagang,
dan bukan Kekasih.
Kuminta Dia membalas “perlakuan baikku”,
dan menolak keputusanNya yang tak sesuai keinginanku,
Gusti,
padahal tiap hari kuucapkan,
hidup dan matiku hanyalah untuk beribadah…
“ketika langit dan bumi bersatu,
bencana dan keberuntungan sama saja”
(WS Rendra)
Cinta adalah universalitas. Tidak cinta yang abadi ketika fisik berbicara. Keinginan mencinta adalah dari sebuah diri terhadap sesuatu yang ada dibatin atau mata. Cinta itu bukan memiliki. Pernikahan adalah bukan kepemilikan. Pernikahan adalah perjanjian untuk bersama-sama menjalani hidup untuk menyempurnakan ibadah. Pernikahan itu bukan penyatuan jiwa.
Cinta kepada Allah bukan berarti memiliki Allah. Allah lah yang memiliki kita. Kepemilikan adalah miliki seseorang yang tidak percaya terhadap sesuatu yang lebih memiliki. Proses cinta adalah keputusan untuk menghargai lebih dalam. Menghormati lebih jauh, dan memandang lebih teduh. Memercayakan kepercayaan yang sulit dilepaskan, meskipun hal tersebut bukan hakiki.
Gadis itu masih terlalu belia. Baru saja mekar. Ini bukan persekutuan yang mudah.
Tapi ia sudah memutuskan untuk mencintainya. Sebentar. kemudian ia pun berkata, “Kamu kaget melihat semua ubanku? Percayalah! Hanya kebaikan yang kamu temui
di sini”. Itulah kalimat pertama Utsman bin Affan ketika menyambut istri terakhirnya dari Syam, Naila. Selanjutnya adalah bukti.
Sering kali aku berkata,
ketika orang memuji milikku,
bahwa sesungguhnya ini hanya titipan,
bahwa mobilku hanya titipan Nya,
bahwa rumahku hanya titipan Nya,
bahwa hartaku hanya titipan Nya,
bahwa putraku hanya titipan Nya,
tetapi,
mengapa aku tak pernah bertanya,
mengapa Dia menitipkan padaku?
Untuk apa Dia menitipkan ini pada ku?
Dan kalau bukan milikku,
apa yang harus kulakukan untuk milik Nya ini?
Adakah aku memiliki hak atas sesuatu yang bukan milikku?
Mengapa hatiku justru terasa berat,
ketika titipan itu diminta kembali oleh-Nya ?
Ketika diminta kembali,
kusebut itu sebagai musibah,
kusebut itu sebagai ujian,
kusebut itu sebagai petaka,
kusebut dengan panggilan apa saja
untuk melukiskan bahwa itu adalah derita.
Ketika aku berdoa,
kuminta titipan yang cocok dengan hawa nafsuku,
aku ingin lebih banyak harta,
ingin lebih banyak mobil,
lebih banyak rumah,
lebih banyak popularitas,
dan kutolak sakit,
kutolak kemiskinan,
Seolah …
semua “derita” adalah hukuman bagiku.
Seolah …
keadilan dan kasih Nya harus berjalan seperti matematika:
aku rajin beribadah,
maka selayaknyalah derita menjauh dariku,
dan Nikmat dunia kerap menghampiriku.
Kuperlakukan Dia seolah mitra dagang,
dan bukan Kekasih.
Kuminta Dia membalas “perlakuan baikku”,
dan menolak keputusanNya yang tak sesuai keinginanku,
Gusti,
padahal tiap hari kuucapkan,
hidup dan matiku hanyalah untuk beribadah…
“ketika langit dan bumi bersatu,
bencana dan keberuntungan sama saja”
(WS Rendra)
Cinta adalah universalitas. Tidak cinta yang abadi ketika fisik berbicara. Keinginan mencinta adalah dari sebuah diri terhadap sesuatu yang ada dibatin atau mata. Cinta itu bukan memiliki. Pernikahan adalah bukan kepemilikan. Pernikahan adalah perjanjian untuk bersama-sama menjalani hidup untuk menyempurnakan ibadah. Pernikahan itu bukan penyatuan jiwa.
Cinta kepada Allah bukan berarti memiliki Allah. Allah lah yang memiliki kita. Kepemilikan adalah miliki seseorang yang tidak percaya terhadap sesuatu yang lebih memiliki. Proses cinta adalah keputusan untuk menghargai lebih dalam. Menghormati lebih jauh, dan memandang lebih teduh. Memercayakan kepercayaan yang sulit dilepaskan, meskipun hal tersebut bukan hakiki.
RASA
Sulit untuk aku ungkapkan tentang rasa ini
Rasa yang berbeda dari biasa nya
Rasa ini serasa sempurna
Tak bias atau pun kelu
Rasa yang mengalir dari jari jemari ku
Ku fikir rasa ini akan hilang seiring dengan berlalu nya waktu
Hitungan detik demi detik tak menghanyutkan rasa itu
Hemmm,,,rasa yang berbeda
Tak seperti biasa nya
Apa karena polos, santun, bijak??
Entah lah,,,
Namun rasa tetap lah rasa
Jangan dibuang cukup dirasakan
Dan kembalikan pada yang punya:):)
27 Maret 2011
Rasa yang berbeda dari biasa nya
Rasa ini serasa sempurna
Tak bias atau pun kelu
Rasa yang mengalir dari jari jemari ku
Ku fikir rasa ini akan hilang seiring dengan berlalu nya waktu
Hitungan detik demi detik tak menghanyutkan rasa itu
Hemmm,,,rasa yang berbeda
Tak seperti biasa nya
Apa karena polos, santun, bijak??
Entah lah,,,
Namun rasa tetap lah rasa
Jangan dibuang cukup dirasakan
Dan kembalikan pada yang punya:):)
27 Maret 2011
Rabu, 27 Juli 2011
a nice Quote
"I'm selfish, impatient and a little insecure. I make mistakes, I am out of control and at times hard to handle. But if you can't handle me at my worst, then you sure as hell don't deserve me at my best."Marilyn Monroe
Langganan:
Postingan (Atom)